Revert Back to Ubuntu 12.04 Precise Pangolin!

Sekali-kali judulnya pakai bahasa inggris, entah itu bener apa nggak :D. Buat hari ini saya mau sedikit berbagi pengalaman curhat tentang galau sistem operasi yang terinstall di laptop saya. Di Lenovo B490, saya menginstall dua sistem operasi sekaligus (dual boot) yaitu windows dan linux.

Buat yang mau tahu penampakan si B490, bisa dilihat di gambar ini :

Soal gambar diatas ndak usah dibahas, bukan concern utama artikel kali ini :D. Dalam pemilihan distro linux yang dipakai, saya sering bingung dan mudah tergoda. Ujung-ujungnya, saya berkali-kali menginstall sistem operasi linux, beberapa macam distro dalam berbagai versi.

Diawali dari ubuntu 12.04 LTS si trenggiling yang sebenarnya sudah cukup nyaman dipakai, lalu tergoda untuk menggunakan Ubuntu versi lain tepatnya 12.10 si Quantal Quetzal. Namun saat saya memakai si Quetzal, terus terang UI-nya terlalu berat dan hal itu membuat saya malas memakai linux, terlantar beberapa bulan.

Nah, beberapa hari lalu saya tergoda sama Debian Wheezy yang dipakai mas Iwan Restiono, akhirnya nyoba install di laptop kesayangan. Awal instalasi ya optimis soalnya kata mas Iwan laptopku drivernya disupport sama Debian Wheezy.

Eh pas instalasi malah kesandung yang namanya EFI saat partisi. Karena dalam hal ini saya agak lack of experience, ya eror lah yang didapat. Googling sana-sini ndak nemu solusi, install Debian Wheezy berkali-kali malah grubnya ilang, ndak bisa masuk ke Windows ataupun Linux. Intinya, stuck di pemilihan booting :3.

Tengah malam pun terlewati, bersama dengan rasa putus asa karena gagal install Debian + data laptop penting seperti dokumen blogging, anime kesayangan, dan file-file lainnya terancam hilang. Dari situ, operasi recover sistem operasi laptop pun dilanjutkan esok hari.

Besok paginya, saya sempatkan buat nganggu si Nugroho. Intinya, minam laptop untuk buat file installer windows dan linux. Secara keseluruhan , prosesnya sbb :

  1. Install Linux Mint 13 Maya dulu untuk restore grub supaya bisa masuk windows. Sukses masuk windows, tapi windowsnya minta repair.
  2. Buat installer windows di flashdisk, lalu repair windows sampai jadi
  3. Dari sini windows sudah selamat, tinggal memilih linux yang akan diinstall.
  4. Install Ubuntu 12.04, alhamdulillah semua file selamat meski awalnya ketar-ketir waktu partisi.
 Ubuntu Precise Pangolin

Pemilihan Ubuntu 12.04 LTS yang Precise Pangolin bukanlah tanpa alasan. Sejauh pengalaman saya dengan linux, distro ubuntu pada versi ini adalah yang paling stabil dan paling cocok buat saya :D.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *