Nyamuk Aedes Aegypti ber-Wolbachia, Solusi Untuk Atasi Penyebaran Virus Dengue

Nyamuk Aedes Aegypti ber-Wolbachia – Kok tumben bahas soal Aedes Aegypti, biasanya cuma bahas soal android, aplikasi, dan sejenisnya. Ya maklumi saja, namanya juga blog pribadi jadi isinya bisa macam-macam. Untuk kali ini, bisa dibilang kalau artikel kali ini adalah laporan dari acara yang saya ikuti beberapa hari lalu yaitu workshop penanggulangan virus Aedes Aegypti menggunakan Nyamuk Wolbachia yang saya ikuti bersama dengan rekan-rekan Komunitas Blogger Jogja.

Acara digelar di Insektarium EDP (Eliminate Dengue Project Yogyakarta) yang terletak di Jalan Podocarpus I Sekip Blok N-14, sebelah selatan Rumah Sakit Sardjito. Peserta workshop adalah 20 anggota Komunitas Blogger Jogja meskipun pada hari H hanya 17 orang saja yang hadir. Workshop ini dibawakan oleh Mbak Bekti Dwi Andari dari tim Eliminate Dengue Indonesia dengan pembahasan berupa penanggulangan penyebaran virus Aedes Aegypti penyebab demam berdarah menggunakan nyamuk yang sudah “dijangkiti” oleh virus Wolbachia yang menjadi pembahasan kita pada artikel ini.

Aedes Aegepty dan Dengue

Nyamuk Aedes Aegypti

Nyamuk Aedes Aegypti

Menurut situs wikipedia bahasa Indonesia, Aedes Aegypti adalah nyamuk yang membawa virus dengue yang dikenal sebagai penyebab penyakit demam berdarah. Inilah hal yang perlu ditegaskan pada masyarakat karena pandangan tentang penyebab penyakit demam berdarah sering salah kaprah. Nyamuk AedesAegypti bisa dibilang hanya sebagai penyebar virusnya saja setelah sebelumnya mengigit manusia yang menderita demam berdarah. Dari workshop itu juga saya mengerti bahwa setiap manusia memiliki virus dengue didalam tubuhnya, hanya saja ada perbedaan pada “takaran” dan beda daya tahan tubuh pada setiap orang.

Bicara mengenai demam berdarah, tentunya anda semua juga sudah familiar dengan kampanye 3M yang sering didengungkan saat musim hujan tiba yaitu Menutup, Menguras, dan Mengubur. Meskipun banyak orang sudah melakukkan campaign ini, memblundaknya jumlah nyamuk masih saja terjadi. Hal ini dikarenakan ada banyak sekali penampang air yang masih bisa menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya jentik nyamuk, salah satu contohnya adalah genangan air pada daun pisang.

Karena hal itulah, diperlukan usaha-usaha lain untuk mengantisipasi penyebaran virus-virus yang dibawa oleh nyamuk. Salah satu hal yang dilakukkan misalnya saja melakukakn penyebaran virus wolbachia seperti yang dilakukkan Eliminate Dengue Indonesia dengan EDP-nya untuk menanggulangi penyebaran virus dengue pembawa demam berdarah.

Eliminate Dengue Indonesia dan EDP (Eliminate Dengue Project)

Eliminate Dengue Project Yogyakarta

Halaman website EDP Yogyakarta

Eliminate Dengue Indonesia adalah program penelitian bersama dipimpin oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada dan didanai oleh Yayasan Tahija (Tahija Foundation), sedangkan Eliminate Dengue Project (EDP) Yogya adalah penelitian yang sepenuhnya dilakukan oleh Pusat Kedokteran Tropis, Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Penelitian ini mendapat dukungan dana dari Yayasan Tahija Jakarta. Peneliti Utama EDP- Yogya adalah Prof.dr. Adi Utarini, MPH., Ph.D dengan peneliti pendamping dr. Riris Andono Ahmad MPH, Ph.D

Kegiatan penelitian EDP-Yogya mendapat dukungan teknis dari Eliminate Dengue Program Global (EDP Global). EDP Global merupakan penelitian kerjasama antar negara yang bersifat non-profit. Negara-negara yang bergabung dalam EDP Global adalah: ustralia, Vietnam, Indonesia, Brazil, Singapura dan Colombia. EDP Global mengembangkan Wolbachia sebagai pendekatan alami untuk mengendalikan infeksi dengue yang dapat mengakibatkan demam berdarah dengue (DBD).

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode pengendalian infeksi dengue dengan menggunakan Wolbachia di Indonesia. Metode ini diharapkan dapat mencegah penularan dengue dengan efektif, murah dan berkesinambungan. Untuk mencapai tujuan tersebut, kami akan menyebarkan Wolbachia melalui nyamuk Aedes aegypti di wilayah penelitian di Kota Yogyakarta.

Apa itu Bakteri Wolbachia?

Wolbachia Dalam Tubuh Serangga

Wolbachia Dalam Tubuh Serangga

Wolbachia adalah bakteri alami yang terdapat di dalam sel tubuh serangga dan diturunkan dari satu generasi ke generasi selanjutnya melalui telur. Wolbachia ditemukan dalam 60% jenis serangga di sekitar kita, termasuk ngengat, lalat buah, capung, kumbang dan nyamuk yang menggigit kita – namun tidak terdapat pada nyamuk Aedes aegypti yang menularkan DBD.

Wolbachia pertama kali diteliti pada nyamuk Culex pipiens pada tahun 1920-an. Penelitian yang dilakukan selama bertahun-tahun menunjukkan bahwa Wolbachia aman bagi manusia, binatang dan lingkungan. Analisis risiko yang dilakukan oleh lembaga penelitian independen internasional di Australia pada tahun 2011 juga menunjukkan bukti bahwa metode Wolbachia terbukti aman bagi manusia dan lingkungan.

Cara Kerja Nyamuk Ber-Wolbachia

Untuk penggunaan bakteri wolbachia, pertama-tama hal yang dilakukkan adalah melakukkan penambahan bakteri wolbachia pada telur-telur nyamuk aedes aegypti yang secara alami tidak memiliki bakteri wolbachia didalam tubuhnya. Dengan adanya wolbachia didalam tubuh nyamuk, maka bakteri wolbachia akan mendominasi dalam hal jumlah jika dibandingkan dengan dengue. Merebut makanan yang ada pada nyamuk sehingga virus dengue tidak memiliki kesempatan untuk berkembang, berakibat pada nyamuk aedes aegypti yang tidak bisa mendistribusikan virus dengue penyabab penyakit demam berdarah.

Untuk lebih jelasnya, silahkan tonton video yang sudah diupload mas Arif Ramadhan berikut ini :

Penggunaan Nyamuk Wolbachia di Lapangan

Penggunaan nyamuk ber-wolbachia juga sudah dilakukkan di Yogyakarta lebih tepatnya di daerah Sleman dan Bantul, diawali dengan fase persiapan yang memakan waktu sampai dengan 2 tahun dilanjutkan dengan pelepasan nyamuk. Detail penelitiannya sebagai berikut :

  1. Fase 1 : Persiapan dan Kelayakan Penilaian keamanan (Oktober 2011 – September 2013)
  2. Fase 2 : Penyebaran skala terbatas nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia (Oktober 2013 –
    Desember 2015)
  3. Fase 3 : Penyebaran nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia pada skala luas (2016 – 2019)

Berdasarkan jadwal penelitian diatas, saat ini EDP Yogyakarta bekerjsama dengan pemerintah daerah Yogyakarta sedang berada di fase ketiga yaitu penyebaran nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia pada skala yang lebih luas, dan untuk kedepannya semoga bisa diaplikasikan di daerah-daerah lain di Indonesia. Untuk masyarakat, tetap jaga pola hidup sehat dan jangan lupa untuk melakukkan kampanye 3M : Menutup, Menguras, dan Mengubur. Sekian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *